Sepasang mata sayu menatap jauh keluar sana Menanti sebuah harapan yang mulai mengrogoti impiannya berlahan-lahan Senyum dibibirnya pudar tak berwarna Tubuhnya kurus kering dibalut kain berwarna hijau tua dia tak dirumah mewah seperti dirimu kawan Tapi berbaring dikasur yang tak empuk dia tak menikmati secangkir susu panas seperti yang sedang kau nikmati kawan selain secangkir kopi dingin sisa semalam Entah apa lagi yang dia punya yang kulihat hanya malaikat kecil yang tulus tertawa untuknya
Aku dan kau adalah kata-kata dan ini untukmu lelaki tak bersuara
|